PPID Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan

Karantina Medan Cari Metode Dan Sterilisasi Cegah Virus Covid-19




 SobatQ, Covid-19 atau coronavirus disease 2019, adalah sebuah penyakit menular yang dikarenakan virus SARS-CoV-2 atau belakangan disebut juga dengan nama virus corona covid-19. Ini merupakan satu di antara jenis dari virus Corona. Itulah mengapa, tak henti-hentinya seluruh pihak dan instansi terkait memberikan imbauan untuk menjaga kesehatan serta melakukan tindakan pencegahan untuk meminimalisasi risiko dari terpapar virus corona covid-19 ini, yang sudah menjakiti lebih dari 290 ribu orang di dunia ini.

 
"Untuk cegah Virus Corona tersebut kantor karantina Medan (25/03) lakukan penyemprotan dengan desinfektan terhadap gedung kantor dan seluruh ruangan tanpa terkecuali, agar pegawai lebih nyaman dalam bekerja dan tidak khawatir, kata Suwandi yang mengkordinir penyemprotan".
 
"Imbauan Hafni Zahara (Kepala Karantina Medan) agar pegawai tetap menggunakan masker dan selalu mencuci tangan dalam setiap kegiatan. Alat pelindung diri (APD) segera difasilitasi bagi petugas karantina yang melakukan tindakan pemeriksaan terhadap media pembawa hewan dan tumbuhan dan hindari sekecil mungkin kontak langsung dengan pengguna jasa. Karantina Medan masih mencari metode untuk pemeriksaan dan sertifikasi, tambahnya lagi".
 
"Ada beberapa masukan untuk metode pelayanan karantina secara on line, antara lain dengan PPK On Line, kemudian pemeriksaan melalui video call untuk memastikan keabsahan serta kebenaran isi dokumen, dan membuat surat pernyataan diatas materai , yang menyatakan isi barang tidak mengandung psikotropika atau barang berbahaya dan atau melanggar hukum maka yang bersangkutan bersedia ditindak hukum. Untuk pencetakkan sertifikat, kwitansi dan e- billing pembayaran dengan menggunakan transfer atau deposit dari pengguna jasa. Metode ini masih dalam pembahasan dan pegawai tetap mengacu surat edaran dan arahan dari Kepala Badan Karantina Pertanian, imbuh Hafni Zahara".