PPID Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan

Desa Sialang Buah Serdang Bedagai Menjadi Titik Patroli Pengawasan Karantina




 Patroli adalah salah satu tindakan pencegahan yang dilaksanakan dengan cara bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk memeriksa dan memastikan area dalam keadaan aman dan tertib. Hal ini dilakukan karena bisa memantau secara langsung area yang menjadi tanggung jawab pengawasannya, Jelas,"Ir. Hafni Zahara,M.Sc saat memberikan arahan pada para petugas Karantina sebelum terjun langsung ke lapangan.

"Tujuan dilaksanakan patroli pengawasan karantina Medan adalah untuk memastikan daerah tersebut dalam keadaan aman (tidak ditemukan HPHK dan OPTK), kemudian juga untuk memastikan pengawasan dapat berjalan dengan baik dan benar, tambah Hafni Zahara lagi."
 
Patroli pengawasan merupakan agenda kegiatan karantina Medan, di samping untuk menjaga keamanan lalulintas komoditas pertanian, juga merupakan standar prosedur pengawasan karantina, kata drh.Wagimin, saat memberikan tugas kepada tim pengawasan Efendi Raja Purba,ST.SP dan Faktu Rahman di desa Sialang Buah kec. Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai (13/03).
 
Saat tiba di lokasi, tim pengawasan disambut kepala desa Sialang Buah ibu Rosmawati Panjaitan di kantornya. "Penduduk desa Sialang Buah pada umumnya bekerja sebagai nelayan, dan mata pencariannya 95% menangkap ikan, kepiting dan kerang di laut . Dusun I Tali Air masyakarakatnya 50% suku batak dan menggunakan perahu sampan menangkap udang dan kepiting, kemudian dusun II kampung Taiwan 2% Tionghoa, menggunakan kapal apung menangkap ikan, dusun II Gang Kerang 48% suku Melayu, menggunakan sampan menangkap udang dan kerang, dan dusun II TPI khusus tempat pelelangan ikan, jelas Rosmawati lagi di ruang kerjanya.
 
Pengawasan selanjutnya menuju lokasi dusun II TPI dan terpantau tidak ada kegiatan, hanya ditemukan kotak box tempat penyimpanan ikan dan sampan penangkap ikan yang lagi bersandar. Ibu Erna yang ditemui mengatakan bahwa komoditas pertanian tidak pernah ada di lalulintaskan di Sialang Buah, hanya kegiatan menangkap ikan yang rutin dilakukan, jelasnya. Kemudian pengawasan lanjut ke dusun I dan di lokasi ditemui pak Hutauruk dan rekannya yang juga sebagai nelayan. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan mereka sehari - hari hanya ke laut mencari kepiting, dan belum pernah ada komoditas pertanian yang dilalulintaskan baik hewan maupun tumbuhan, dan angkutan yang digunakan masih sampan kecil, tambah Hutauruk lagi.
 
Dari data dilokasi, terdapat sampan kecil 83 unit, digunakan untuk mencari udang, kepiting dan kerang, kemudian 47 unit sampan sedang digunakan untuk menangkap ikan kerapuh. Kapal besar menangkap ikan hanya dimiliki Pak Udin dan mendiang Polman, kata Hutauruk di pantai Indah Sialang Buah.
 
Dari hasil audiensi dengan kepala desa dan penduduk setempat, di simpulkan bahwa desa Sialang Buah masih dalam keadaan aman terkendali, karena tidak ditemukannya komoditas pertanian yang masuk secara ilegal, yang berpotensi membawa hama penyakit hewan dan tumbuhan sehingga dapat mengancam pertanian di Sumatera Utara