PPID Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan

Jaga Pangan , Inspektur Jenderal Kementan Targetkan Ekspor Sarang Burung Walet Meningkat Dari Sumut




Rilis Kementan, 16 September 2022

Nomor :        /R-KEMENTAN/09/2022
 
Jaga Pangan , Inspektur Jenderal Kementan Targetkan Ekspor Sarang Burung Walet Meningkat Dari Sumut
 
Sumatera Utara (Sumut) merupakan daerah dengan biodiversiti pertanian yang tinggi, hal ini sebagai modal dasar pengembangan pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Keanekaragaman hayati ini merupakan aset untuk pengembangan komoditas unggulan, baik sebagai bahan kebutuhan dalam negeri maupun untuk komoditas ekspor.
Mendukung ekspor dan program "Jaga Pangan",  Itjen Kementerian Pertanian (Kementan), Jan Samuel Maringka melakukan kunjungan kerja dalam rangka "Evaluasi Kesiapan Instalasi Karantina Hewan Sarang Burung Walet Untuk Ekspor Ke China di PT.Damai Walet Sentosa yang berlokasi di Jalan Teruno Joyo, Dusun X, No.8, RT.004/RW.001, Desa Cinta Rakyat, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia (16/09).
PT. Damai Walet Sentosa adalah perusahaan internasional yang bergerak dalam bidang produksi makanan dan minuman Sarang Burung Walet dari Indonesia dan Jan Samuel Maringka dalam arahannya memberikan apresiasi kepada PT.Damai Walet Sentosa yang nantinya turut serta dalam mendukung Gratieks , dengan meningkatkan ekspor SBW, sehingga capaian volume ekspor  Sumut akan meningkat.
"Pangan merupakan sektor penting untuk membangun bangsa dan negara agar lebih maju dan berkembang, sekaligus sebagai tolak ukur kesejahteraan rakyat. Untuk itu Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) menginisiasi program “Jaga Pangan” yang bertujuan untuk menjaga ketersediaan, keamanan dan stabilitas pangan
“ Untuk mendukung program Kementan dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran, Itjen Kementan membentuk program Jaga Pangan yang secara resmi dicanangkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pada 20 April 2022 lalu, “ ujar Irjen Kementan, Jan Samuel Maringka.
Menurut Jan Samuel, pemahaman dalam menjaga pangan harus dimiliki oleh semua pihak sehingga dapat mendukung keberhasilan pembangunan pertanian.
Kementan memandang perlu membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk mengawal tercapainya keberhasilan program Kementerian Pertanian. 
 
“ Untuk itu selain Karantina Pertanian, jajaran TNI, Polri, Kejaksaan, turut dilibatkan dalam program Jaga Pangan, “ ungkap Jan Samuel
Kemudian Kepala Karantina Pertanian Medan Lenny Hartati Harahap yang turut mendampingi Itjen Kementan mengatakan bahwa China merupakan pasar strategis untuk ekspor Sarang Burung Walet Indonesia. PT. Damai Walet Sentosa merupakan salah satu perusahaan yang telah mengajukan permohonan untuk dapat ekspor langsung ke China. 
Dalam pemenuhan dan berkelanjutan ekspor dengan komitmen pemenuhan pesyaratan yang telah ditetapkan pemerintah China, PT. Damai walet sentosa telah memenuhi semua persyaratan dengan mengirimkan tolak ukur inspeksi,form pendaftaran ke china melalui GACC. 
Agar dapat memastikan bahwa perusahaan tersebut telah dapat sepenuhnya memenuhi perayaratan agar dapat direkomendasikan ekspor ke china dan saat ini PT. Damai tinggal menunggu audit dari GACC.
Berdasarkan data pada sistem perkarantinaan, IQFAST Badan Karantina Pertanian melalui Karantina Pertanian Medan bahwa ekspor  Sarang Burung Walet selama bulan Januari hingga Juli tahun 2022 sebanyak 40,562 ton dengan frekuensi 196 kali dan nilai ekonomisnya Rp. 581,418 miliar. Pada periode tahun 2021 ekspor Sarang Burung Walet telah berhasil mencatat sebanyak 301,058 ton dengan frekuensi 1.313 kali dan perolehan nilai ekonomi Rp. 3,723 triliun, sehingga tahun 2022 ekspor SBW periode Agustus  sampai Desember targetnya  harus meningkat. Adapun negara tujuan ekspor seperti Amerika, Australia, China, Hongkong, Jepang, Makao, Malaysia, Prancis, Singapura, Taiwan dan Vietnam.
"Pada semester  kedua tahun 2022 ini ekspor komoditas SBW Sumut harus terus kita pacu, karena saat ini juga kebutuhan  pasar Internasional terhadap Sarang Burung Walet Sumut masih cukup tinggi " ungkap Lenny Hartati Harahap.
Lenny menambahkan bahwa dengan bertambahnya Instalasi Karantina Hewan PT. Damai Walet Sentosa, maka akan menambah potensi ekspor SBW ke Cina dan otomatis target ekspor kita dari Sumut akan lebih maksimal.
Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Jan Samuel Maringka, Kepala Karantina Pertanian Medan Lenny Hartati Harahap